Semua
orang memuji gadis ini. Bagaimana tidak, ia mempunyai rambut yang lurus
bergelombang, mata yang indah, serta hidung yang mancung. Apalagi ia kini
berusia 17 tahun. Ibarat bunga mawar, bunga mawar ini baru saja mekar. Indah
sekali. Membuat siapa saja yang tahu ingin memetiknya. Sungguh sangat indah.
Gadis
ini bernama Nina .Pribadi gadis ini sangat baik, pendiam, ramah. Tak heran jika
semua orang menyukainya. Namun siapa sangka sifat gadis yang pendiam ini
dimanfaatkan teman-temannya untuk mengikuti sifat mereka yang suka hang out dan
suka nongkrong di kafe. Ninapun sedikit
demi sedikit terpengaruh oleh teman-temannya. Usia ini memnag saatnnya
menemukan jati diri dan ingin mencoba hal-hal baru.
Pada
suatu malam, malam minggu tepatnya Nina diajak teman-temannya nongkrong di kafe
dan Ninapun mengiyakan ajakan mereka. Di kafe ini Nina berkenalan sama cowok.
Cowok itu namanya Dion. Dion sangat tampan, ia menjadi bintang di sekolahnya.
Ia juga tajir. Semua cewek pasti suka kepadanya.
Tak lama kemudian
merekapun berpacaran. Sebenarnya nina dilarang orang tuanya untuk berpacaran.
Orang tua Nina ingin dia fokus ke pendidikannya dulu namun Nina mengabaikannya.
Teman-temannyapun sudah memperingatkan Nina untuk tidak berpacaran dengan Dion.
Sebab, Dion ternyata anak yang terkenal nakal, sering berbuat onar di
sekolahnya. Namun nampaknya rasa sayang dan cinta yang ia berikan mengalahkan
semua omongan teman-temannya. Hal ini membuat Nina dijauhi teman-temannya.
Sebenarnya, teman-temannya memanfaatkan sifat pendiam Nina untuk diajak
bergaul, hang out kesana kemari dan sering nongkrong di kafe semata-mata untuk
membuat Nina tidak dicap sebagai cewek kuper. Sebenarnya mereka kasihan pada
Nina yang setiap hari diejek teman lainnya. Namun karena ia tidak menghiraukan
nasihat teman-temannya, merekapun kesal sama Nina dan lantas merekapun sedikit
demi sedikit menjauhi Nina. Mereka menganggap bahwa Nina tidak butuh mereka
lagi dan Nina memang lebih sering sama Dion pacarnya.
Setelah
lulus SMA Nina bingung sekali karena ia telah hamil. Sudah beberapa hari ia dan
Dion putus komunikasi. Dion lama tidak menghubunginya. Nina mencoba menelfonnya
mengirim sms berkali-kali namun tidak membuahkan hasil sama sekali. Ia mencari Dion
kemana-mana untuk dimintai pertanggungjawaban namun Dion menghilang entah
kemana. Kini ia baru menyadari nasehat orang tuanya dan teman-temannya. Ia
sebenarnya menutupi hal ini dari keluarganya. Namun, sepandai-pandai tupai
melompat akhirnya jatuh juga. Lantas keluarganyapun sangat terkejut bukan main.
Semua keluarganya sangat kecewa padanya. Kini Nina dibenci keluarganya, kehilangan
teman-temannya dan Dion pacar yang selalu ia banggakan. Ia sangat kecewa pada
Dion. Ia ingat semua perkataan Dion yang akan melamarnya, yang bertanggung
jawab atas semuanya namun kini ia menghilang ditelan bumi. Nina sekarang murung
sekali, pasrah dan sering mengurung diri di kamar.
Ahmad
kakak Nina yang baru saja pulang dari Kalimantan untuk merantau tidak tega
melihat kondisi adiknya yang seperti ini. Ia langsung kembali ke Kalimantan
untuk menemui teman sekosnya. Ia meminta teman sekosnya yakni Ali untuk
menikahi Nina adiknya. Ali jelas tidak mau namun Ahmad ingat adiknya. Setelah
Ahmad menceritakan semuanya hati Ali luluh. Memang, Ali sedikit keberatan namun
akhirnya ia menurutinya.
Kini
Nina dan Ali sudah menikah. Setelah sembilan bulan lamanya anak yang dikandung
Ninapun lahir. Anak yang bukan dari hasil pernikahan dengan suaminya Ali.
Walaupun begitu Ali sangat menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri. Hati
Nina sangat kagum sekali dengan sikap Ali selama ini. Setiap malam Nina
menangis teringat Dion pacarnya dan perbuatannya selama ini. Ia sangat
menyesali perbuatannya selama ini dan selalu menyalahkan diri sendiri.
“Seandainya dulu aku menuruti nasehat orang tuaku dan teman-temanku, aku gga
bakal kaya gini” kata Nina dalam hati. Memang, penyesalan selalu datang
diakhir.
By : Tamy






0 komentar:
Posting Komentar