Blogroll

kursor tabur bintang

Senin, 14 Januari 2013

Seandainya


        Semua orang memuji gadis ini. Bagaimana tidak, ia mempunyai rambut yang lurus bergelombang, mata yang indah, serta hidung yang mancung. Apalagi ia kini berusia 17 tahun. Ibarat bunga mawar, bunga mawar ini baru saja mekar. Indah sekali. Membuat siapa saja yang tahu ingin memetiknya. Sungguh sangat indah.
          Gadis ini bernama Nina .Pribadi gadis ini sangat baik, pendiam, ramah. Tak heran jika semua orang menyukainya. Namun siapa sangka sifat gadis yang pendiam ini dimanfaatkan teman-temannya untuk mengikuti sifat mereka yang suka hang out dan suka nongkrong di kafe.  Ninapun sedikit demi sedikit terpengaruh oleh teman-temannya. Usia ini memnag saatnnya menemukan jati diri dan ingin mencoba hal-hal baru.
          Pada suatu malam, malam minggu tepatnya Nina diajak teman-temannya nongkrong di kafe dan Ninapun mengiyakan ajakan mereka. Di kafe ini Nina berkenalan sama cowok. Cowok itu namanya Dion. Dion sangat tampan, ia menjadi bintang di sekolahnya. Ia juga tajir. Semua cewek pasti suka kepadanya.
Tak lama kemudian merekapun berpacaran. Sebenarnya nina dilarang orang tuanya untuk berpacaran. Orang tua Nina ingin dia fokus ke pendidikannya dulu namun Nina mengabaikannya. Teman-temannyapun sudah memperingatkan Nina untuk tidak berpacaran dengan Dion. Sebab, Dion ternyata anak yang terkenal nakal, sering berbuat onar di sekolahnya. Namun nampaknya rasa sayang dan cinta yang ia berikan mengalahkan semua omongan teman-temannya. Hal ini membuat Nina dijauhi teman-temannya. Sebenarnya, teman-temannya memanfaatkan sifat pendiam Nina untuk diajak bergaul, hang out kesana kemari dan sering nongkrong di kafe semata-mata untuk membuat Nina tidak dicap sebagai cewek kuper. Sebenarnya mereka kasihan pada Nina yang setiap hari diejek teman lainnya. Namun karena ia tidak menghiraukan nasihat teman-temannya, merekapun kesal sama Nina dan lantas merekapun sedikit demi sedikit menjauhi Nina. Mereka menganggap bahwa Nina tidak butuh mereka lagi dan Nina memang lebih sering sama Dion pacarnya.
          Setelah lulus SMA Nina bingung sekali karena ia telah hamil. Sudah beberapa hari ia dan Dion putus komunikasi. Dion lama tidak menghubunginya. Nina mencoba menelfonnya mengirim sms berkali-kali namun tidak membuahkan hasil sama sekali. Ia mencari Dion kemana-mana untuk dimintai pertanggungjawaban namun Dion menghilang entah kemana. Kini ia baru menyadari nasehat orang tuanya dan teman-temannya. Ia sebenarnya menutupi hal ini dari keluarganya. Namun, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Lantas keluarganyapun sangat terkejut bukan main. Semua keluarganya sangat kecewa padanya. Kini Nina dibenci keluarganya, kehilangan teman-temannya dan Dion pacar yang selalu ia banggakan. Ia sangat kecewa pada Dion. Ia ingat semua perkataan Dion yang akan melamarnya, yang bertanggung jawab atas semuanya namun kini ia menghilang ditelan bumi. Nina sekarang murung sekali, pasrah dan sering mengurung diri di kamar.
          Ahmad kakak Nina yang baru saja pulang dari Kalimantan untuk merantau tidak tega melihat kondisi adiknya yang seperti ini. Ia langsung kembali ke Kalimantan untuk menemui teman sekosnya. Ia meminta teman sekosnya yakni Ali untuk menikahi Nina adiknya. Ali jelas tidak mau namun Ahmad ingat adiknya. Setelah Ahmad menceritakan semuanya hati Ali luluh. Memang, Ali sedikit keberatan namun akhirnya ia menurutinya.
          Kini Nina dan Ali sudah menikah. Setelah sembilan bulan lamanya anak yang dikandung Ninapun lahir. Anak yang bukan dari hasil pernikahan dengan suaminya Ali. Walaupun begitu Ali sangat menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri. Hati Nina sangat kagum sekali dengan sikap Ali selama ini. Setiap malam Nina menangis teringat Dion pacarnya dan perbuatannya selama ini. Ia sangat menyesali perbuatannya selama ini dan selalu menyalahkan diri sendiri. “Seandainya dulu aku menuruti nasehat orang tuaku dan teman-temanku, aku gga bakal kaya gini” kata Nina dalam hati. Memang, penyesalan selalu datang diakhir.   



By : Tamy
         

0 komentar:

Posting Komentar