Blogroll

kursor tabur bintang

Sabtu, 24 November 2012

Islam Terhadap Fenomena Pemanasan Global


Pandangan Islam memandang alam dan seluruh isinya adalah tanda kekuasaan Allah SWT. Itulah sebabnya seluruh benda yang ada dilangit dan dibumi, baik benda hidup maupun mati bertasbih dan bersujud kepada Allah (Qs. al Hadid, [57]:1). Uniknya, hampir seluruh proses kehidupan di bumi ini membentuk semacam mata rantai (ekosistem) yang saling tergantung, saling membutuhkan  dan saling mempengaruhi  satu sama lain. Secara sederhana, langit ibarat atap bangunan yang terdiri dari udara dan ruang angkasa yang dalam kekuasaan Allah mampu bertahan secara terus menerus diatas permukaan bumi.
Namun demikian, akibat kelalaian dan kecerobohan umat manusia dalam berhubungan dengan alam, keteraturan dan keseimbangan tersebut menjadi rusak. Sehingga pemanasan global menjadi tak terhindarkan lagi. Demikian juga perubahan iklim menjadi fenomena  yang tidak dapat dihindari. Sikap tidak peduli terhadap keseimbangan alam merupakan salah satu sebab dari pemanasan global yang kemudian berpengaruh terhadap perubahan iklim. Penilaian tersebut bisa dipahami dari penegasan firman Allah:
Jika mereka melihat sebagian dari langit gugurmereka akan mengatakanitu adalah awan yang bertindih-tindih”. (Qs. ath-thur: [52]:44)
Fakta kerusakan ekosistem yang berdampak pemanasan global dan perubahan iklim secara tersirat ditegaskan dalam firman Allah:
“dan andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu, pasti rusaklah langit dan bumi ini berikut semua orang yang berada didalamnya. (Qs. al-mu’minun:[23]:71)
Ayat ini seolah-olah ingin mengingatkan bahwa jika kebenaran (sunatullah) berupa keseimbangan ekosistem yang menjadi penyangga alam semesta yang berfungsi membendung pemanasan global kemudian dikalahkan oleh nafsu dan intervensi manusia, maka pemanasan global dengan segala dampaknya akan sulit dibendung. Jika keadaan ini terus terjadi maka hanya menunggu waktu saat kehancuran bumi.

0 komentar:

Posting Komentar